Rabu, 27 Oktober 2010

Quino Tak Sekadar Mafalda

Meski dikenal luas melalui serial Mafaldakartunis Argentina Joaquín Salvador Lavado alias Quino telah menerbitkan belasan buku kartun lainnya di luar seri tersebut. Sindiran-sindiran sosial-politiknya terasa lebih menohok dalam karya-karyanya yang lain ini. Selain itu, kita juga bisa mendapati persoalan-persoalan "dewasa" serta eksplorasi visual yang rupanya belum terungkap dalam Mafalda.

Berikut beberapa kartun Quino yang saya comot dari beberapa bukunya, yang semoga bisa memberi gambaran tentang oeuvre Quino secara keseluruhan.

Di sini Quino mengangkat persoalan kekuasaan kelas kapitalis atas buruh dan masyarakat umum.


Problem: Mainkan hitam dan buat skak mat sesuka mereka
Bien gracias, ¿y usted? (1976)  


Lagi, sindiran atas hubungan penyakit dan industri obat, yang mengingatkan saya akan sepenggal lirik lagu Soul Asylum, "Misery" : "We create the cure, then make the disease."


Quinoterapia (1985)


Perdamaian? Cuma menu sarapan pagi Sang Jenderal Besar.


Mundo Quino (1981)


Sementara kartun berikut ini tampaknya alusi pada teologi pembebasan Amerika Latin a la Gustavo Gutiérrez.


Mundo Quino (1981)


Absurditas kehidupan keluarga telah disindir habis-habisan oleh Quino dalam Mafalda. Kartun-kartunnya yang lain menghadirkan isu-isu seksual yang tak pas untuk Mafalda, misalnya yang ini, kecemasan setiap orang tua yang memiliki anak perempuan: dari punya banyak mainan semasa kecilnya menjadi punya banyak "mainan" semasa remaja.


Cuánta bondad (1999)


Sedangkan yang ini mengkritik apa yang disebut "bertingkah normal" dalam kehidupan anak modern.


Quinoterapia (1985)


Ajakan untuk "hidup alamiah".


¡Qué mala es la gente! (1996)


Realitas virtual yang sangat realistis. Salah satu kartun Quino yang sangat "dewasa".


Tenang, Matilde, tenang!! Sebelum kau membayangkan yang tidak-tidak,
pernahkah kau dengar tentang realitas virtual?
¡Qué mala es la gente! (1996)


Tuhan tidak bermain dadu, kata Einstein. Ya, tapi mungkin Tuhan ikut bermain bola dengan caraNya sendiri.


Cuánta bondad (1999)


Dan tidakkah eksplorasi visual Quino ini mengingatkan kita akan salah satu adegan Inception (2010)?


Mundo Quino (1981)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar