Jumat, 08 Oktober 2010

Kegilaan Kudus untuk Bercerita: Sisi Sinematik Gabriel García Márquez

La bendita manía de contar
Gabriel García Márquez
Ollero & Ramos, 2000



Kecintaan Gabriel García Márquez (Gabo) terhadap jurnalisme sudah banyak diketahui. Salah satu karya yang paling dibanggakanya, Noticia de un secuestro (1996), adalah reportase jurnalistik tentang raja narkoba Pablo Escobar dan kartel Medellin. Gabo menyebut jurnalisme sebagai pekerjaan terbaik sedunia dan menyatakan bahwa kemampuannya menulis fiksi sekarang diperoleh dari pengalamannya mencermati fakta-fakta saat masih menjadi jurnalis.

Tapi mungkin yang belum banyak orang tahu adalah kecintaan Gabo pada dunia film. Sesungguhnya, sebagian kerja jurnalistik Gabo semasa mudanya adalah membuat resensi film, dan sesudahnya, selain beberapa karya fiksinya difilmkan, ia juga banyak membuat skenario film maupun telenovela (daftarnya bisa dilihat di penghujung resensi ini). Namun demikian, satu-satunya buku yang saya tahu pernah mengulas kiprah Gabo di dunia film barulah buku karya Alessandro Rocco Il Cinema di Gabriel Garcia Marquez, terbitan Italia tahun 2009.

Gabo mendirikan Fundación del Nu
evo Cine Latinoamericano (atau Yayasan Sinema Baru Amerika Latin) di Kuba, dan buku La bendita manía de contar ini didasarkan pada workshop-workshop penulisan skenario yang diberikannya di sana. Modelnya lebih berupa transkripsi rekaman dialog antara Gabo dengan para peserta workshop. 

Sesuai judulnya, Kegilaan Kudus untuk Bercerita, Gabo memperlakukan film pertama-tama sebagai cerita, sebagai skenario. Kekuatan utama film menurut Gabo ada di situ. Seno Gumira Ajidarma juga pernah berkata bahwa, kurang lebihnya: di tangan sutradara yang biasa-biasa saja, sebuah skenario yang kuat bisa jadi film yang bagus. Sedangkan di tangan sutradara dahsyat sekalipun, skenario amburadul tidak mungkin jadi film bagus.

Sebagai "petuah-petuah" penulisan, ada banyak hal yang bisa dipetik dari buku ini, misalnya soal penggalian ide cerita, pendalaman karakter atau emosi tokoh dll. "Dapatkah kau bayangkan tragedi perbudakan Afrika? Suatu pagi seorang pria meninggalkan istri dan anak-anaknya di gubuk untuk pergi berburu. Dan hari itu juga ia tertangkap, diikat, dibawa ke pantai, dirantai, dimasukkan kapal barkas..." (hlm. 95).

Namun demikian, sebagai pembaca "awam" yang tak pernah terlibat langsung dalam dunia film, saya merasa sulit untuk menilai rancangan-rancangan skenario di workshop ini tanpa melihat hasil akhirnya sebagai film. Andai saja Gabo membedah kekuatan dan kelemahan skenario film-film yang sudah jadi (sehingga pembaca awam seperti saya bisa mencari film-film yang dibahas), mungkin workshop Gabo jadi menarik. Jadi, segmen buku ini sepertinya cukup spesifik, dan mungkin itu jugalah yang membuatnya tidak diterjemahkan ke banyak bahasa (tidak seperti buku-buku Gabo lainnya).

---------------

Daftar film dan telenovela yang skenarionya pernah ditulis oleh Gabriel García Márquez atau diadaptasi dari karya-karya sastranya (disarikan dengan susah payah dari Gabriel García Márquez: A Biography karya Rubén Pelayo):

1. El Gallo de Oro (The Golden Cockerel). 1964. Sutradara: Roberto Gavaldón. Skenario ditulis oleh Carlos Fuentes & Gabriel García Márquez berdasarkan cerpen Juan Rulfo.

2. Tiempo de morir (A Time to Die). Skenario oleh Carlos Fuentes & Gabriel García Márquez. Difilmkan 2 kali: Tahun 1966 oleh sutradara Arturo Ripstein. Tahun 1985 oleh sutradara Jorge Ali Triana.
García Márquez menjadi produser pada versi 1985. Meraih Golden Toucan Award di Rio de Janeiro Festival 1985.

3. En este pueblo no hay ladrones (There Are No Thieves in This Town). 1965. Sutradara: Alberto Isaac. Film ini diadaptasi dari cerpen
García Márquez di kumpulan Los Funerales De La Mama Grande. García Márquez ikut berperan menjadi penjual tiket, sementara Luis Buñuel jadi pastor. Film ini diputar di Locarno Film Festival, Italia.

4. Cerpen "La viuda de Montiel" (atau "Montiel's Widow") difilmkan oleh Miguel Littin (1979). Salah satu pemerannya adalah cucu Charlie Chaplin, Geraldine Chaplin.

5. Novelet
La increíble y triste historia de la cándida Eréndira y su abuela desalmada
(yang pernah diindonesiakan oleh Yayasan Akubaca menjadi Kisah Sedih Erendira yang Lugu dan Neneknya yang Kejam) difilmkan oleh Rui Guerra (1985), diputar di Cannes.

6. Novelet
Crónica de una muerte anunciada
difilmkan oleh Francesco Rossi (1987), diputar di Cannes tahun yang sama. Rossi mendapat Palm d'Or sebagai Sutradara Terbaik.

7. Cerpen "Fabula de la Bella Palomera" digarap oleh sutradara Rui Guerra (1988) menjadi film teve.

8. Telenovela Cartes del parques (Letters from the Park). 1988. Naskah: Gabriel García Márquez.

9. Cerpen "Un señor muy viejo con unas alas enormes" (atau "A Very Old Man with Enormous Wings") difilmkan oleh Fernando Birri (1988).

10. Telenovela Milagro en Roma (Miracle in Rome). 1989. Naskah: Gabriel García Márquez. Memenangkan Golden Nymph Award, Monte Carlo Teve Festival.

11. Film teve The Two Way Mirror. 1990. Sutradara: Carlos García Agraz. Ditulis oleh García Márquez & Susana Cato.


12. Contigo en la distancia (Far Apart). 1991. Sutradara: Tomás Gutiérrez Alea. Ditulis oleh García Márquez & Eliseo Alberto.

13. Film teve Saturday Night Thief. 1991. Sutradara: José Luis García Agraz. Ditulis García Márquez & Consuelo Garrido.

14. Cerpen "Me alquilo para soñar" digarap oleh sutradara Rui Guerra (1992) sebagai film teve.

15. Edipo alcalde. 1996. Sutradara: Jorge Alí Triana. Ditulis García Márquez & Stella Malagón berdasarkan epik Sophocles, Oedipus.

16. Novel La mala hora difilmkan oleh Rui Guerra (2004).

17. Novel
El amor en los tiempos del cólera difilmkan oleh Mike Newell (2007), yang menurut saya sama sekali gagal menangkap dahsyatnya novel García Márquez ini. 

Selain itu, kisah hidup García Márquez juga pernah difilmkan oleh sutradara Holly Aylett dalam dokumenter Gabriel García Márquez: Tales Beyond Solitude (Luna Films, 1989).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar