Sabtu, 31 Agustus 2013

"Votán III. Daftar Pertanyaan yang Jarang Ditanyakan," oleh Subcomandante Marcos

Votán III.
Daftar Pertanyaan yang Jarang Ditanyakan
Yang ingin selalu kau ketahui (atau diingatkan) tentang Zapatista, Sekolah Kecil mereka, dan dampak potensial akibat menghadirinya.

Juli 2013.

Jadi, sepertinya sudah sedikit lebih jelas apa sih yang dipikirkan Zapatista ketika kami bicara soal sekolah kecil.

Tapi kalian sekarang mungkin akan punya lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban. Barangkali kau tidak lagi khawatir soal alas kaki, tapi ada pertanyaan-pertanyaan lainnya. Terlintas padamu bahwa barangkali benar kata orang Zapatismo itu adalah pemberontakan abad ke-21, bahwa mereka piawai dalam segala yang berbau sibernetika (mereka bahkan punya seniman graffiti untuk dinding-dinding virtual). Jadi kau pun pergi ke warnet terdekat, menyalakan komputer, dan mencari “sekolah kecil Zapatista, keraguan, pertanyaan umum, FAQ dll.”

Layar pun membuat, seperti kata orang, “manuver sibernetika yang elegan” untuk menghindari National Security Agency bule-bule Amrik itu, dan memasuki server ultra rahasia kaum pelanggar hukum: ZPS (“Zapatista Pozol Server,” singkatannya dalam bahasa Inggris). Sesudah layar menunjukkan dengan mencolok kalimat “Fuck You XKeyscore”, kau diminta memasukkan password. Kau coba “MARICHIWEU” dan layar bertuliskan “Salah.” Kau coba “NOSOTR@S” dan layar bertuliskan “Salah.” Kau coba “DURITO” dan layar bertuliskan “Yang bener aja lo.” Jengkel oleh kendala ini, kau tinggalkan caci maki buat pemerintah Amerika, dan sesudah kau ketikkan namamu, layar terbuka ibarat sebuah pintu lengkap dengan 3D, dolby surround sound dan semua itu, serta muncullah tanda bertuliskan “Sekolah Kecil Zapatista, Bukan FAQ –‘Daftar Pertanyaan yang Jarang Ditanyakan. Silakan tambahkan sendiri di akhir–,” disusul oleh deretan panjang pertanyaan dan jawaban sebagai berikut:

Cari soal yang paling mendekati persoalanmu, tautan pada pertanyaannya dan lihat jawabannya:
- Aku belum pernah kuliah / Aku bukan seniman / Aku bukan orang terkenal / Aku tidak mewakili siapa-siapa / Aku bukan direktur atau pemimpin apapun / Aku masih sangat muda / Aku sudah sangat tua / Aku belum pernah bersekolah / Aku baru belajar soal Zapatista dan belum pernah ke komunitas / Aku belum lahir atau masih kecil saat kalian muncul ke hadapan publik / Aku tak tahu apa-apa soal ini sampai hari dunia berakhir / Aku baru tahu soal kalian beberapa minggu lalu dan meminta kalian mengundangku / Aku tidak tahu mengapa kalian mengundangku, aku bahkan tidak suka Zapatista, yah baiklah, aku suka Zapatista tapi Marcos cuma badut yang memanfaatkan orang-orang Indian miskin itu dan aku-akan-memberitahu-mereka-agar-jangan-mau-dikibuli-dan-akan-kuselamatkan-atau-kutebus-mereka-seorang-diri / dan lain-lain apapun yang sedang tren /  ___________ (kasus khususmu)....

Pertanyaan:
Akankah aku diperlakukan sama dengan orang yang hafal mars Zapatista luar kepala, yang telah menghadiri semua aktivitas oleh/tentang Zapatismo, yang punya kaus EZLN, yang bisa melantunkan dengan sempurna koor “es un honor estar…” –ah bukan, itu dari saluran lain–, yang punya sepatu bot bagus dan perkakas mendaki gunung, yang pernah datang ke komunitas berulang kali dan telah menyokong masyarakat adat dengan begituuuu tulus, maksudku benar-benar begituuuuuu tulus? Apakah hal-hal ini dipersoalkan di Sekolah Kecil? Akankah ini menjadi kendala untuk hadir atau meminta undangan?

Jawaban (sesuai urutan pertanyaan):
Ya. Tidak. Tidak.

Pertanyaan:
Bolehkah aku tinggal dan menetap dalam komunitas Zapatista?

Jawaban:
Tidak.

Pertanyaan ngeyel:
Tapi aku telah memikirkannya masak-masak dan aku sangat bertekad untuk tinggal, boleh ya?

Jawaban berulang:
Tidak.

Makin ngotot:
Ya? Ya? Ya? Boleh ya?

Jawaban yang sama-sama ngotot (sesuai urutan pertanyaan):
Tidak. Tidak. Tidak. Tidak.

Pertanyaan:
Bisakah aku memberi lebih dari 100 peso untuk materi ajar sebagai tanda solidaritas pada komunitas adat Zapatista?

Jawaban:
Boleh, tapi baik kami maupun yang lain takkan tahu berapa banyak yang diberi, dan oleh siapa. Saat registrasi, kau akan melihat keranjang atau kotak (aku tidak tahu apa yang akan mereka taruh) dan di situ kau masukkan 100 peso-mu atau berapapun yang ingin kau berikan. Tak ada orang selain kau sendiri yang akan tahu apakah kau memberi 100 peso, atau lebih, atau kurang, atau bila kau masukkan kartu prabayar, atau karcis kereta, atau ejekan. Sesudah registrasi, rekan-rekan yang ditunjuk akan mengosongkan keranjang atau kotak itu dan memberikan isinya pada komisi Sekolah Kecil Zapatista. Jadi kami juga tidak akan tahu siapa yang memberi atau berapa banyak yang mereka berikan. Dengan cara begini tak ada yang bisa mengomel atau menuntut perlakuan khusus atau VIP karena “kau tidak tahu ya siapa aku, jabatan yang kududuki dan penghargaan-penghargaan yang sudah kuterima, atau betapa banyaaaaak aku telah membantu komunitas / dan kau takkan mempermalukanku dengan menempatkanku bersama orang-orang yang belum pernah berkunjung ke komunitas / dan lagipula, kaulah yang harusnya berterima kasih padaku dan bukan aku yang belajar darimu / dan satu-satunya gambaran orang adat yang bisa aku terima adalah mereka yang bersimpuh mengagumiku; gambaran orang adat pemberontak, artinya, orang adat yang tak tahu diuntung, tidak bisa aku cerna” (sebagaimana yang sudah dinyatakan oleh seorang tokoh “masyhur” di bidang seni-budaya).

Pertanyaan:
Bolehkah aku membawa oleh-oleh untuk keluarga yang akan menampungku?

Jawaban:
Tidak.

Tentu saja lumrah bila kau membangun kedekatan dengan orang-orang tempatmu tinggal. Tapi “pemberian” pribadi akan mendistorsi keseimbangan dalam komunitas dan mengubah hubungan politik menjadi hubungan personal. Bila demikian, kau tak lagi menjalin hubungan dengan suatu cita-cita perjuangan dan memulai berhubungan dengan diri perorangan, yang sendirinya memang bukan jelek, tapi kau datang ke sini bukan untuk mencari teman, melainkan untuk belajar. Yang bisa kau perbuat adalah meninggalkan apapun yang ingin kau berikan di CIDECI, entah pada saat registrasi atau sesudah masa belajar, dan sumbangan itu akan masuk ke Junta Pemerintahan yang Baik yang akan membaginya MERATA ke semua komunitas Zapatista. Tapi ingatlah bahwa bagi kami, artinya bagi keluarga-keluarga yang akan menerimamu, yang penting adalah orang, bukan yang apa yang mereka miliki atau apa yang yang mereka beri. Dan ini juga harusnya berlaku buatmu, yang semestinya penting adalah orang Zapatista secara keseluruhan, bukan keluarga tertentu atau Votán yang dengannya kau berhubungan paling erat, karena bukan sekelompok kecil orang yang mengurusmu melainkan seluruh rakyat Zapatista yang terorganisir, yang terangkum dalam sebuah keluarga atau seorang penjaga.

Pertanyaan:
Mengapa aku tidak diizinkan memberikan sesuatu kepada orang-orang yang akan membuka rumah mereka padaku, memberiku makan, mengurusku, dan mengajariku?

Jawaban:
Begini, ada keluarga-keluarga Zapatista yang tidak akan menampung siapa-siapa, tapi mereka juga ikut serta dalam upaya ini dan membantu dengan makanan, material, dan transportasi. Mereka ikut serta sebesar keluarga yang akan menampung tamu. Jadi masuk akalkah bila keluarga-keluarga ini tidak mendapat hadiah hanya karena kalian tidak bisa melihat mereka? Masuk akalkah bahwa bagi keluarga-keluarga ini kau tidak akan memberikan nomor kontakmu kalau-kalau suatu hari nanti mereka ada di geografimu, atau agar mereka bisa meneleponmu atau menyuratimu? Masuk akalkah bahwa bagi anak-anak yang tidak kalian temui tidak bakal ada permen, pakaian, mainan, atau hadiah?

Misalnya, ada desa-desa Zapatista yang sedang berada di bawah ancaman paramiliter. Mereka tidak bisa menampung siswa-siswi Sekolah Kecil karena keamanan yang genting dan kami tidak bakal sanggup mengurus secara layak tamu-tamu kami. Tapi keluarga-keluarga ini juga ikut menyiapkan seperti semua orang lainnya, membantu mereka yang akan bertindak sebagai keluarga asuh, membangun, menyapu, mencuci, mengelap, melukis, memasak, mengumpulkan kayu bakar, membantu menyediakan makanan yang akan dihidangkan buat kalian. Kau tidak kenal orang-orang ini dan kau tidak akan menjumpainya di Sekolah Kecil. Bila agresi paramiliter dan kepolisian meningkat, bisa jadi mereka mengungsi. Kau bisa saja atau bisa juga tidak mengetahui kabar soal itu (misalnya, periksa jumlah pengunjung laman surat kecaman Junta Pemerintahan yang Baik terbaru), tapi bagimu mereka tidak akan punya nama atau wajah.

Mereka bakal tak kasat mata, sama seperti ratusan ribu orang Zapatista. Akankah ada yang memperhitungan mereka sekalipun mereka tak kasat mata bagimu dan bagi semua orang lainnya?

Ya, kami, compañero dan compañera mereka. Itu sebabnya kami mencoba membagikan segala yang kami terima dari luar secara merata. Yang terbanyak dan terbaik dari apa yang kami terima diberikan kepada yang paling membutuhkan.

Ada hal lain yang perlu kami singgung soal sumbangan. Kami tahu betul bahwa di luar sana, stereotip dominan atas orang adat adalah mereka harus dikasihani dan disedekahi, bahwa kau harus memberikan pada mereka apa-apa yang sudah tidak kau pakai lagi dan hendak kau buang. Ini seperti sindom Telethon[[1]]  skala besar. Persamaannya bisa didapati dalam kelas politik pada photoshop acara amal (baca: tak ada yang tidak bisa ditanggulangi dengan “aksi nasional melawan kelaparan”… atau dengan sebuah mesin fotokopi).

“Aspirin untuk menenangkan suara hati,” demikian kami Zapatista menyebutnya.

Dan dalam perjalanan panjang kami menyusuri jatuh bangunnya perjuangan, banyak yang telah kami saksikan. Salah satunya adalah bahwa pada masa-masa sulit, mereka yang punya paling banyak hanya memberikan apa yang tidak mereka butuhkan; dan mereka yang punya paling sedikit justru memberikan apa yang tidak mereka punyai lebih. Orang yang punya uang dan barang-barang menyumbangkan selimut yang tak mereka pakai, pakaian yang sudah tidak muat, sepatu yang sudah tidak zaman, recehan yang tidak mereka butuhkan. Dan mereka yang perlu berjuang setiap hari untuk menghasilkan sedikit uang agar bisa ada yang terhidang di meja makan selain taplak sobek-sobek, justru memberikan recehan yang mereka perlukan untuk mencapai taraf pertahanan hidup yang paling dasar.

Masyarakat adat Zapatista tidak mengharapkan belas kasihanmu. Terlepas dari pandangan meremehkan yang ditujukan pada kami karena sudah tidak trendi, dan sekalipun tidak diperhitungkan sebagai bagian dari konjungtur “bersejarah” saat ini (apapun gerakan tersebut saat ini), kami bangkit berdiri dengan martabat, sama seperti yang kami lakukan 20, 50, 500 tahun lalu. Dan akan terus begitu. Jangan hina kami dengan sedekahmu.

Kami tidak meminta apa-apa dari kalian: yang kami minta cuma biaya materi pelajaran (seratus peso) dan kesudianmu untuk belajar. Akan kami sediakan pondokanmu. Akan kami sediakan makanmu. Memang bukan hotel bintang 7 atau prasmanan besar-besaran, tapi dalam setiap tortilla, kacang polong, sayur mayur, pondok atau ranjang gantung, dan nilon untuk hujan, ada rasa sayang dan penghormatan dari kami untuk kalian semua, sebab kalian tamu undangan kami, compañero kami, compañera kami, compañeroa kami.

Kau tidak dan tidak akan berutang apapun pada kami. Hasil Sekolah Kecil bukanlah militansi, keanggotaan organik, kepatuhan, fanatisme. Kelanjutan Sekolah Kecil adalah sesuatu yang kau, dan hanya kau, yang bisa memutuskan… dan menindakinya. Kami tidak mengundangmu untuk merekrutmu, menyusun atau mengosongkanmu, memprogrammu, atau seperti kata mereka, me-“reset”-mu. Kami membuka pintu dan mengajakmu masuk untuk melihat-lihat rumah kami, untuk melihat apa yang telah kami bangun dengan bantuan orang-orang dari seluruh dunia yang memberi kami bukan sisa-sisa mereka melainkan mata dan telinga sebagai compañeros, yang tak pernah berpikir agar kami berterima kasih pada mereka, yang tak pernah berharap kami menyanjung-nyanjung mereka karena merekalah yang punya banyak hal dan mengarahkan.

Kau adalah kau, dan hanya kau yang bisa memutuskan apakah akan terus menjadi seperti itu atau sesuatu yang lain.

Nah, untuk memungkas nukilan dari Daftar Pertanyaan yang Jarang Ditanyakan ini:
Kau bukan selebritis? Kau belum belajar banyak? Kau belum pernah datang ke komunitas Zapatista? Kau bahkan belum lahir saat EZLN tampil ke depan publik? Kau tidak tahu apa-apa soal ini sampai pada hari dunia berakhir dan bahkan sesudahnya?

Jangan khawatir bahkan jangan pikirkan soal itu. Di sini kami tidak melihat resume akademik, atau riwayat diri seseorang dalam hidup atau perjuangan; kami cuma melihat pada hati. Orang-orang yang datang ke sekolah kecil ada yang punya beberapa gelar doktoral dan ada lainnya yang bahkan belum pernah masuk taman kanak-kanak; akan ada orang yang umurnya lebih dari 90 tahun dan lainnya yang bahkan hidupnya belum sampai setahun. Kami menerima semua orang dengan kehangatan yang sama, dan kami akan mengurus semua orang sebaik yang kami bisa, kami akan mengajar dan menunjukkan diri kami pada semua secara merata, dan menjamu kalian dengan jerih payah yang sama besarnya.

Jadi urusan rasa sesal, trauma, sakit hati, biarlah jadi urusan serial televisi kesukaanmu saja.

Lebih baik pikirkan, misalnya, apa yang bisa kau ceritakan pada keluarga atau kawan-kawanmu kemudian, atau bisa kau pasang di blog atau profilmu, sesuatu seperti ini:

“Aku ingat ketika Pablo (González Casanova), Luis (Villoro), Adolfo (Gilly), Immanuel (Wallerstein), Paulina (Fernández Christlieb), Oscar (Chávez), dan orang satu ini yang kami panggil “el Mastuerzo”[[2]] karena memang orangnya begitu dan satu lagi yang kami panggil “el Rocco”[[3]] entah karena apa, dan beberapa kawan lain yang punya nama aneh-aneh seperti Comando Cucaracha, SKA-P, dan Louis Ling and the Bombs, dan lain-lainnya lagi yang tidak aku ingat, tapi kami semua belajar bersama di Sekolah Kecil dan nongkrong bersama-sama saat istirahat dan kena masalah karena tidak mengerjakan tugas. Dan suatu hari kami melihat Toño (Ramírez Chávez) dan Domi (satu-satunya Domi yang ada) melukis grafiti di dinding yang menghadap kemari, maka kami semua pun mengambil apa saja yang bisa terjangkau tangan dan mulai melukis. Persis pada saat itu pengawas datang dan kami semua lari. Si pengawas berdiri di sana menatap tembok itu, lantas pergi dan kembali lagi membawa seember cat dan kuas. Kami sangka ia bakal melabur apa yang sudah kami bikin, gambar dengan banyak orang dan banyak warna. Tapi bukan. Kau boleh tidak percaya, tapi si pengawas mengangkat kuas dan mulai melukisi dinding itu. Tapi lukisannya sangat beda, sebab ia cuma menggambar retakan di tembok… lalu pergi. Tapi yang paling aneh selama kami ada di sekolah itu, gambar retakan di tembok itu menjadi kenyataan, makin lama makin besar dan dalam. Pada hari terakhir kelas kami berkumpul di depan dinding, menanti dan menatap apakah retakan itu akan membuat dinding terbelah. Kami sedang termangu-mangu saat seorang Zapatista yang mengenakan topeng warna-wani datang menghampiri dan berkata, ‘Sekolah sudah selesai, buat apa kalian masih di sini? Pulang sana ke tempatmu!’ Dan kami semua pun pergi. Aku kisahkan cerita ini agar kalian lihat bahwa sebenarnya aku ini pernah bersekolah. Apa itu? Apa guna kaleng cat semprot ini? Bukan buat apa-apa, aku cuma sedang menatap tembok yang ada di depan kita ini, Mereka yang Berkuasa hidup di seberang sana. Tapi tembok ini begitu besar, begitu dirawat, begitu kokoh, begitu kuat, begitu mengancam, tak terhancurkan, begitu kelabu. Dan aku berpikir, ‘Ada yang kurang di tembok ini … segaris retakan’.”

-*-

Vale. Tabik dan kau tidak perlu membeli cat dan kuas, kau sudah membawanya dalam hatimu. Kau cuma perlu mencarinya. Keputusan untuk apa kau akan menggunakannya adalah bagian dari kebebasanmu.

Dari pegunungan Meksiko Tenggara.
El SupMarcos.
Pengawas, penjaga malam, dan penyapu jalan untuk Sekolah Kecil Zapatista (jangan meninggalkan sampah ya!)
Meksiko, Juli 2013




Semua catatan kaki berasal dari penerjemah
[1] Telethon = dari kata “televisi” dan “marathon”, merujuk pada program televisi berdurasi panjang yang biasa ditujukan untuk menggalang dana.
[2] Pemain drum band rock Meksiko, Botellita de Jeréz.
[3] Vokalis band rock Meksiko, Maldita Vecindad.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar